新闻是有分量的

策略pemerintah tingkatkan eskpor印度尼西亚ke pasar internasional

2016年10月12日下午7:43发布
2016年10月12日下午7:43更新

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita(kanan)meninjau persiapan Trade Expo Indonesia 2016 di JIExpo PRJ Kemayoran,Jakarta,Senin(10/10)。 Foto oleh Foto oleh Wawan / ANTARA。

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita(kanan)meninjau persiapan Trade Expo Indonesia 2016 di JIExpo PRJ Kemayoran,Jakarta,Senin(10/10)。 Foto oleh Foto oleh Wawan / ANTARA。

雅加达,印度尼西亚 - Dalam beberapa tahun belakangan,tingkat ekspor印度尼西亚terus mengalami penurunan。

Turunnya tingkat ekspor terjadi sebagai akibat dari lemahnya ekonomi secara global yang mengakibatkan nilai impor juga ikut mengalami penurunan。

Dalam laporan Perkembangan Perdagangan Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan,tingkat ekspor Indonesia berkurang dengan tren 6,60%per tahun。 Sementara tingkat ekspor turun dengan每tahun 4,51%。

Penurunan harga komoditas yang sebelumnya merupakan unggulan ekspor Indonesia menjadi penyebab utama dari terus menurunnya nilai ekspor。 Oleh karena itu Presiden Joko“Jokowi”Widodo dalam kunjungan ke Trade Expo Indonesia(TEI)2016 pada Rabu,12 Oktober,mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan jajaran menteri terkait untuk memperluas pasar ekspor。

(BACA: )

Ketua Umum Kepala Dagang dan Industri(KADIN)印度尼西亚,Rosan P. Roeslan mengungkapkan bahwa usulan tersebut memang harus dilakukan untuk meningkatkan ekspor Indonesia。

“Bagaimana cara menunjang ekspor ya sebetulnya ada beberapa hal yg bisa dilakukan。 Pertama adalah memperluas ke pasar-pasar yang non-tradisional,“tutur Rosan kepada media dalam acara TEI 2016 pada Rabu。

Selain memperluas tujuan ekspor,diversifikasi produk juga diperlukan agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen。 Rosan sangat optimis bahwa印度尼西亚dapat melakukan diversifikasi,contohnya untuk produk kayu dan produk halal。

“Salah satu produk kita yang saya tau menjadi andalan adalah produk-produk kayu kita。 Tetapi juga produk-produk halal kita seperti contohnya kosmetik halal kita ternyata responsnya di luar lumayan sangat-sangat bagus,“tuturnya。

Ia juga mengemukakan bahwa pelaku Usaha Mikro,Kecil,dan Menengah(UMKM)juga perlu didorong agar dapat lebih banyak melakukan ekspor。

“Pemerintah bisa memberikan insentif kepada eksportir-eksportir kita,apalagi yang eksportir usaha kecil menengah yang baru itu。 (Mereka perlu)diberikan insentif,“kata Rosan。

Bentuk insentif yang dimaksud bisa beragam,mulai dari segi perpajakan hingga dari bantuan biaya promosi seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia。

“Waktu kita pelajari,memang kalau Malaysia luar biasa。 Benar-benar 预算 promosi pemerintah yang tanggung,“ujar pengusaha 47 tahun tersebut。

Rosan juga mengakui bahwa untuk memaksimalkan potensi ekspor yang ada dibutuhkan kerjasama antara pelaku usaha dengan pemerintah。

“Kita harus berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah,”katanya。 -Rappler.com